04. SIFAT dan MAUSHUF (Kata Sifat dan Kata Yang Disifati)

** مَوصُفُ - صِفَة **

SIFAT - MAUSHUF (Kata Sifat dan Kata Yang Disifati)

Al-Muqaddimah:
Menurut penunjukannya, Isim dapat dibagi dua:
1) ISMUN NAKIRAH
=> atau kata benda yang tidak diketahui (tak tentu). Isim Nakirah merupakan bentuk asal dari setiap Isim, biasanya ditandai dengan huruf akhirnya yang bertanwin an/in/un ( ً  ٍ  ٌ  ).
Contoh :
- sebuah rumah = baitun /
بَيْتٌ 
- seorang anak(lk) = waladun /
وَلَدٌ 

            2) ISIM MA'RIFAH
=> atau kata benda yang sudah diketahui (tertentu). Dan Isim Ma'rifah biasanya ditandai dengan huruf Alif-Lam (ال) di awalnya. Namun selain tanda alif lam ada juga isim yang tidak diawali dengan alif lam, namun juga termasuk kedalam ma’rifah, yaitu semua nama (baik itu nama tempat/orang) dan juga semua domir.
Contoh:
- rumah itu  = albaitu /
اَلْبَيْتُ 
- anak itu  = alwaladu /
اَلْوَلَدُ
- bukuku  = kitabii / كِتَابِي
- saya = anaa /
أَنَا 
- dia = hua /
هُوَ
- Mekkah = Makkah /
مَكَّةُ
Nah jadi apa gunanya? Maka itu akan langsung kita bahas disini…
 

Al-Maddah:
Nah, disini kita tidak akan belajar mengenai rumus atau lainnya, namun pada materi ini kita menambah kosa kata, yaitu khususnya untuk ismun sifat. Panjang, pendek, kuat, lemah, cantik, dan lain sebagainya, itulah yang akan dipelajari pada materi ini.
Gunanya adalah selain untuk menambah kosa kata, disini juga akan dipelajari cara menggabungkan nama dan sifatnya. Jika di dalam bahasa inggris kita mengenal the house is big, maka didalam bahasa arab kita mengenalnya dengan albaitu kabiirun (كَبِيرُ اَلبَيتُ).
Nah kalimat seperti itulah yang akan dipelajari disini.
Caranya dengan menyebutkan kata benda dahulu (al-baitu) lalu di sambung dengan keterangan (kabirun). Nah untuk kata pertama kita menggunakan alif dan lam diawalnya dengan baris akhirnya tidak dommah (baris depan) (AL-baitu/ bukan AL-baituN). Untuk kata kedua, kita tidak menggunkan alif lam di awalnya sedangkan diakhirnya kita menuliskan tanwin un” (kabirun).
Nah, disinilah fungsi dari nakirah dan ma’rifah, dimana kata pertama adalah ma’rifat, dan kata kedua adalah nakirah. Bagaimana membedakannya? Ya dari baris dan alif lam yang ada, sebagaimana telah di beritahukan pada judul ma’rifah dan nakirah. Jadi di dalam bahasa arab itu sendiri aturannya sangat mendetail, dimana kita tidak  asal menggunakan alif lam, atau bahkan tanwin.
Untuk fungsinya yaitu dimana ma’rifat adalah kata yang di sifati, contohnya rumah, ada apa dengan rumah? Oo.. rumah itu besar. Jadi pada contoh diatas, kata rumah di beri sifat besar.
Sedangkan untuk nakirah adalah untuk menyifat /memberi sifat kepada ma’rifat. Contohnya pada kalimat diatas besar adalah sifat dari rumah tersebut.
Namun yang terpenting adalah bagaimana kita  menggabungkan dua kata tersebut, yaitu ma’rifat dan nakirah.

Contohnya (kiri ke kanan):

 
اَلْوَلَدُ  صَغِيرُ <=  صَغِيرُ  +  وَلَدُ
waladun + sogirun => alwaladu shagirun
   اَلبِنتُ  صَغِيرَةُ <=  صَغِيرَةُ  +  بِنتُ
bintun + shagiratun => albintu shagiiratun

Cara mengubah ismun sifat muzakkar kedalam bentuk muannas :
Nah disini perlu diingat, jika bendanya muannas, maka kata sifatnya juga harus muannas (perhatikan contoh kedua). Nah, bagaimana cara mengubah kata sifat menjadi muannas?? Caranya dimana baris terakhir dari ismun sifatnya diganti menjadi berbaris atas (shagiirun menjadi shagiira (bukan tanwin/tanpa n), lalu menambahkan “tun” diakhirnya (shagiira + tun = shagiiratun). Begitu pula dengan yang lainnya (kabiirun=kabiiratun; jamiilun=jamiilatun; kabiirun=kabiiratun)

Nah, demikian untuk materi  SIFAT dan MAUSHUF (Kata Sifat dan Kata Yang Disifati), Jika ada pertanyaan atau lainnya, silahkan tinggalkan di komentar!
Klik dan Baca juga Artikel Materi Bahasa Arab lainnya
Terimakasih karena telah membaca postingan berjudul : 04. SIFAT dan MAUSHUF (Kata Sifat dan Kata Yang Disifati). Semoga Bermanfaat :)

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)
Sebarkan Ilmu, Dapatkan Pahala, klik tombol dibawah ini ^_^
** Download Aplikasi Belajar Bahasa Arab Praktis Gratis **
Komentar via Facebook

0 Komentar via Blog

Back To Top